Pilihan
Bosda Akhir 2024 Masih Tunda Bayar, Banyak Kepsek Dikejar Vendor!
Marto Saputra Siap Ditempatkan Dimana Saja!
Pekanbaru Mudahkan Warga Urus PBG, Wako Resmikan Sip Aman
DPP SPKN Nilai Kejati Riau Belum Respon Positif
DPP SPKN Apresiasi Polda Riau Tindak Lanjuti SPPD dan Mamin di DPRD Riau
Pilkada 2018, Polisi Harus Tingkatkan Kewaspadaan Maraknya Ujaran Kebencian di Medsos
MEDIALOKAL.CO – Kasus ujaran kebencian bernuansa politik serta suku, agama, RAS dan antargolongan (SARA) di media sosial pada momentum Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2018 diprediksi meningkat serta makin marak.
Direktur Eksekutif Pusat Lembaga Kajian Kepolisian (Lemkapi) Edi Hasibuan menyatakan hal itu lantaran pesta demokrasi di 171 provinsi, kabupaten/kota, di Indonesia memiliki suhu dan tensi politik yang cukup tinggi.
"Perkiraan kami, ujaran kebencian bernuansa politik akan meningkat," katanya kepada Okezone di Jakarta, Jumat 26 Januari 2018.
Oleh karena itu, ia meminta kepada aparat kepolisian untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak pidana yang terjadi di dunia siber. Menurutnya, aparat penegak hukum tidak perlu ragu untuk bertindak tegas apabila menemukan cukup bukti.
Edi melanjutkan, aksi kejahatan lainnya yang berpotensi muncul di Pilkada 2018 adalah praktik politik uang yang dilakukan oleh salah satu oknum guna memenangkan calon kepala daerahnya.
Dia mengungkapkan, saat ini polisi telah membentuk Satuan Tugas Antipolitik Uang, maka itu cara-cara politik praktis yang tidak benar diyakini bisa diantisipasi sejak dini oleh aparat kepolisian.
"Aksi demo juga naik. Kasus pencemaran nama baik dalam medsos juga marak. Kasus money politic akan marak," paparnya.
Pada perhelatan Pilkada Serentak 2018 sendiri Polri telah membentuk Satgas Anti-SARA. Hal tersebut dilakukan untuk menghilangkan angka kejahatan berisi konten SARA.
Karopenmas Humas Polri Brigjen Muhammad Iqbal mengatakan, pembentukan satgas ini bertujuan agar para peserta pilkada dapat berlaku santun dan beretika dalam berpolitik.
"Nantinya kami ingin pilkada ini atau nanti ke depan pilpres politiknya santun beretika, sehingga kami ingin membantu KPU (Komisi Pemilihan Umum) untuk mendapatkan pemimpin yang berkualitas. Nanti pemimpin daerahnya tidak ada lagi money politic," tegasnya.(*)
Sumber : Okezone.com


Berita Lainnya
Kapolri Launching Direktorat PPA-PPO di 11 Polda dan 22 Polres, Perkuat Pelayanan hingga Perlindungan Kelompok Rentan
Keterbatasan APBD, Pemkab Rohil dan Karmila Sari Lobi Pemerintah Pusat
Dua Kader GMNI Inhil Resmi Dikukuhkan sebagai DPP GMNI Periode 2025–2028
PLN Berhasil Operasikan Jalur 2 Transmisi Pangkalan Brandan-Langsa, Pasokan Listrik Ke Aceh Makin Andal
Danantara Sinergikan BUMN Bangun Huntara di Aceh Tamiang, PLN Sambung Listrik untuk Semua Rumah dan Fasum
Kolaborasi YBM, PIKK, dan Srikandi PLN UIP3B Sumatera Gelar Khitan Sehat Anak Sholeh
Kapolri Launching Direktorat PPA-PPO di 11 Polda dan 22 Polres, Perkuat Pelayanan hingga Perlindungan Kelompok Rentan
Keterbatasan APBD, Pemkab Rohil dan Karmila Sari Lobi Pemerintah Pusat
Dua Kader GMNI Inhil Resmi Dikukuhkan sebagai DPP GMNI Periode 2025–2028
PLN Berhasil Operasikan Jalur 2 Transmisi Pangkalan Brandan-Langsa, Pasokan Listrik Ke Aceh Makin Andal
Danantara Sinergikan BUMN Bangun Huntara di Aceh Tamiang, PLN Sambung Listrik untuk Semua Rumah dan Fasum
Kolaborasi YBM, PIKK, dan Srikandi PLN UIP3B Sumatera Gelar Khitan Sehat Anak Sholeh